Banten Terkini

Pembohongan Publik, Mahasiswa Pandeglang Demonstrasi Jilid II Desak Kejelasan Kebijakan Pengelolaan Sampah

BANTENLINE.COM PANDEGLANG–Kembali turun ke jalan, mahasiswa STISIP Banten Raya Pandeglang menggelar demonstrasi jilid II di depan kantor Sekda dan DPRD Kabupaten Pandeglang pada Senin, 17 Februari 2025. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan tuntutan atas ketidakjelasan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah, khususnya penerimaan sampah dari Kabupaten Serang.

Rapiudin, Wakil Presiden Mahasiswa STISIP Banten Raya mengatakan kekecewaan atas inkonsistensi kebijakan yang terjadi. Ia menganggap adanya kebohongan dari pihak terkait.

“Pada aksi jilid II ini, kami bertemu dengan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (Sekdis LH). Namun, penjelasan yang diberikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kami menilai, penjelasan yang diberikan tidak mencerminkan kenyataan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rapiudin menjelaskan meskipun anggota Komisi 3 DPRD, Bapak H. Gunawan, telah menyatakan pada 6 Februari 2025 bahwa MoU terkait penerimaan sampah sebaiknya tidak dilanjutkan, Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan PD PBM justru mengklaim bahwa masalah ini telah selesai.

“Kami juga melakukan unjuk rasa di depan DPRD, karena pada 6 Februari 2025, kami telah difasilitasi oleh Komisi 3 DPRD, khususnya oleh Bapak H. Gunawan. Beliau menyatakan bahwa MOU terkait penerimaan sampah ini sebaiknya tidak dilanjutkan. Namun, kenyataannya, baik Dinas Lingkungan Hidup (LH) maupun PD PBM mengklaim bahwa masalah ini sudah selesai pada 29 Januari 2025. Padahal, kami masih menerima informasi dari masyarakat pada tanggal 9 Februari 2025 bahwa kebijakan tersebut masih diteruskan,” pungkasnya.

Karna adanya ketidakjelasan dalam kebijakan ini, Rapiudin berpendapat pentingnya transparansi dan konsistensi dalam kebijakan pengelolaan sampah agar tidak ada ketidakjelasan yang merugikan masyarakat.

“Kami merasa sangat penting untuk terus memperjuangkan transparansi dan konsistensi dalam kebijakan ini, agar tidak ada ketidakjelasan yang merugikan masyarakat. Kami berharap pemerintah Kabupaten Pandeglang, khususnya Sekda dan instansi terkait, dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka dan sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga tidak ada kebingungankebingungan yang timbul di kalangan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai penegasan, mewakili seluruh mahasiswa STISIP pandeglang, Rapiudin menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntutan mereka benar-benar direalisasikan. Mereka tidak akan tinggal diam melihat kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat dan lingkungan.

Arief Syam

Recent Posts

Kapasitas Baterai 8000mAh, realme C100 dan realme C100X Wajib Dibeli oleh Heavy User

BANTENLINE.COM, Jakarta – Gaya hidup anak muda saat ini identik dengan penggunaan smartphone yang intens…

17 jam ago

BEASISWA PENUH SAMPAI LULUS: Kado Istimewa Yayasan Bani Ismail di Acara Perpisahan SMK IT Bani Ismail Pandeglang

BANTENLINE.COM PANDEGLANG — Suasana haru dan bangga menyelimuti acara Tasyakuran dan Perpisahan siswa-siswi SMK IT…

1 hari ago

Menuju Giornata Pamungkas Serie A: Perebutan Tiket Liga Champions Memanas, AC Milan, AS Roma, Como, dan Juventus Saling Sikut!

​BANTENLINE.COM, – Kompetisi Serie A Italia musim 2025/2026 menyajikan drama luar biasa di pekan-pekan terakhirnya.…

1 hari ago

Angkat Tema Milad Berdaya, PKS Lebak Gelar Funwalk

LEBAK, BANTENLINE — Memperingati Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tingkat daerah, DPD PKS Kabupaten…

2 hari ago

Sejarah Berdirinya Dewan Pengurus Pusat Persatuan Moderat Nasional (DPP PMN)

Jakarta, 16 Mei 2026 — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Moderat Nasional (DPP PMN) merupakan organisasi…

3 hari ago