SERANG– Moms tahukah stunting terjadi ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
Moms juga dapat memahami stunting sebutan lain bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Adapun penyebab utama stunting karena kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
Maka dari itu, Moms harus memperhatikan gizi selama kehamilan. Dengan mendapatkan gizi seimbang, Moms dan janin yang dikandung akan terhindar dari risiko kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup generasi Anda loh.
Nah seiringnya proses kehamilan, kebutuhan gizi akan terus meningkat sesuai yang diinginkan Moms. Paling tidak, beberapa fungsi dari protein dapat menjadi sebagai sumber kalori, kemudian zat pembangun atau pembentuk serta memperbaiki jaringan tubuh pada janin seperti otot, tulang, mata kulit hingga jantung dan hati.
Bisa juga membentuk antibodi bagi perempuan dan janin, kemudian dapat menjaga kesehatan tulang perempuan dan janin.
Bila calon Ibu tidak memperhatikan asupan proton dapat berisiko menyebabkan bayi lebih kecil, bayi alami masalah mulai bibir sumbing atau kelainan fisik.
Bahkan, kekurangan protein dapat memberikan efek pada kurang sempurna pembentukan air susu ibu nanti dalam laktasi.
Nah sumber protein hewani yang dapat diperoleh seperti daging sapi, daging ayam, ikan, putih telur, keju, susu dan lain sebagainya.
Protein hewani cukup efektif dalam mencegah anak mengalami stunting, sebab pangan hewani memiliki kandungan zat gizi yang baik, kaya protein hewani dan vitamin sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.
Dengan demikian, protein hewani pada ibu hamil sangat penting dalam mencegah stunting pada janin yang dikandung.
Moms harus tahu, saat ini di Banten sendiri stunting tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten. pemerintah perlahan berhasil menurunkan stunting. Berdasarkan data prevalensi stunting (SSGI) Provinsi Banten tahun 2021-2022 terjadi penurunan stunting di Banten tahun 2022 sebesar 4,5 persen dari tahun 2021.
Sementara, Kabupaten dengan prevalensi tertinggi adalah Kabupaten Pandeglang tahun 2021 sebesar 37,8 persen, tahun 2022 sebesar 29,4 persen. Kemudian, Kabupaten Lebak tahun 2021 sebesar 27,3 persen, tahun 2022 sebesar 26,2 persen.
Selanjutnya, Kabupaten Serang tahun 2021 sebesar 27,2 persen, tahun 2022 sebesar 26,4 persen. Lalu, Kabupaten Tangerang tahun 2021 sebesar 23,4 persen, tahun 2022 sebesar 21,1 persen. Sementara, target penurunan stunting secara nasional pada tahun 2024 adalah sebesar 14 persen.
Untuk menekan stunting, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten telah melakukan kegiatan implementasi role model pilot project poster cetting di sejumlah di Banten.
Kegiatan tersebut dalam rangka menekan pencegahan dan penanggulangan stunting secara efektif di delapan Kabupaten/Kota di Banten. (ADV)
BANTENLINE.COM PANDEGLANG – Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kecamatan Mandalawangi menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan…
BANTENLINE.COM, JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office…
BANTENLINE, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Armando Herdian dalam…
Serang, 8 April 2026 – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi…
Banten, 8 April 2026 — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi…
Serang, 8 April 2026 — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi…